Kelompok liberal pembela Ahmadiyah akan membuat iklan petisi yang dimuat di empat Koran nasional. Tapi ada bau “adu domba” antara umat Islam dengan pemerintah
Iklan petisi yang akan ditampilkan di empat Koran nasional itu dilakukan dengan alasan adanya “sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an”. Demikian sebagaimana dikutip dari situs salah satu aktivis liberal, Nong Darol Mahmada.
“Kami menyerukan, agar Pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia-an itu,” demikian sebagaimana dikutip di blog Nong.
Yang tak kalah menariknya, petisi itu agak mengadu-domba umat Islam dengan pemerintah, seolah-olah penolak Ahmadiyah adalah memiliki agenda besar untuk mengubah Pancasila menjadi Negara Islam.
“Ada agenda dan kegiatan besar yang mengancam negara kita ini yang dilakukan segelintir kelompok untuk mengubah Indonesia yang berlandaskan Pancasila menjadi negara Islam yang berlandaskan kekhalifahan dan keImaman atau lainnya.”
“Saya menolak itu. Negara kita Plural dan beragama, dan tidak hanya mengakui satu agama dan keyakinan. Dalam setiap agama pun banyak keyakinan dan penafsiran,” demikian sebagaimana dimuat di situs Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Keyakinan (AKBB) di http://akkbb.wordpress.com/.
Aliansi Bhineka Tunggal Ika adalah kelompok yang pernah menggerakan kalangan lesbian, homo, para pelacur dan penyanyi dangdut untuk menyampaikan sikap penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP).
Petisi bertajuk “Mari Pertahankan Indonesia Kita!” dikoordinasikan oleh ICRP dan Aliansi Bhineka Tunggal Ika dan disebar di beberapa milis di Indonesia.
Umumnya, nama-nama yang ikut membela Ahmadiyah dalam petisi yang akan diiklankan di beberapa Koran ini adalah kalangan liberal yang tak memiliki massa. Diantara mereka adana nama; Nong Darol Mahmada, Ulil Abshar Abdalah (JIL), Lies Marcoes (aktivis feminis), Ismed Natsir (Aktivis hak minoritas), Tika Makarim (Ketua Aksi Peduli Indonesia), Tini Hadad (Anggota pengurus API), Zumrotin.
Sementara itu di lain pihak; kalangan seperti; NU, Muhammadiyah, Persis, dan ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islam (FUI) tak ada perselisihan menyangkut Ahmadiyah. Muhammadiyah tahun 2005 dan keputusan terbaru PBNU bahkan mendesak pemerintah agar Ahmadiyah menjadi agama tersendiri sebagai penyelesaian konflik yang adil. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
Rabu, 14 Mei 2008
Kalangan Liberal Akan Bela Ahmadiyah Melalui Iklan “Petisi”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar